JAKARTA – Perencanaan, pencegahan, pengurangan risiko bencana, pendidikan dan pelatihan, mitigasi, peringatan dini, kesiapsiagaan, menjaga peralatan peringatan dini bencana dapat dilakukan TNI dalam berperan saat pra bencana. “Kita melakukan pra bencana 1 dollar, sama saja kita investasi menyelamatkan 7 dollar saat terjadinya bencana” ungkap Sutopo Purwo Nugroho, Kapusdatinmas BNPB.

 

BNPB telah melakukan kerjasama dengan Kementerian Pertahanan dan TNI dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. “Kembangkan pemikiran baru untuk peningkatan kapasitas peran TNI AL dalam penanggulangan bencana” ucap Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Aruskusumo Indra Suchayo,SE, MM sekaligus membuka acara diskusi di Seskoal, Cipulir, Jakarta (20/9).

 

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka diskusi panel bidang operasi Pasis Dikreg Seskoal angkatan ke-55 tahun pelajaran 2017. Dengan tema perencanaan strategis penanganan penanggulangan bencana yang sistematis dan efektif, dibawakan oleh Mayor Reza sebagai moderator.  “Mengutip pernyataan Joko Widodo, tugas TNI yang paling berat adalah operasi militer selain perang” ungkapnya.

 

Panelis pertama Dr.Sutopo Purwo Nugroho,M.Si selaku Kapusdatinmas BNPB. Bencana tak ubahnya peperangan, sesuai UU No. 34 tahun 2004 tentang TNI, bahwa tugas pokoknya adalah melindungi segenap warga negara Indonesia. Pasca tsunami Aceh memberikan pelajaran berharga untuk Indonesia. Atas direktif Presiden, mulai dari peringatan dini hingga evakuasi masyarakatnya seperti pembentukan Shelter evakuasi dan sebagainya. “Pangkalan TNI AL dapat diusulkan bagian atas bangunannya untuk dijadikan shelter evakuasi jika terjadi tsunami” kata Sutopo.

 

Panelis kedua Laksamana Pertama Mintoro Yulianto,S.Sos, M.Si sebagai Wakil Asisten Operasi Kasal membawakan materi Peran TNI AL dalam Penanggulangan Bencana Alam (HADR). Definisi Bencana disebutkan dalam UU No.24 tahun 2007 tentang Penangulangan Bencana, pada tahap pra bencana, tanggap darurat dan pasca bencana. Kapal jenis LCT dan LPD sangat cocok untuk geografis Indonesia. “Peran AL tidak serta merta mengambil alih jika bencana terjadi, tetapi unsur yang ada di daerah terjadinya bencana dan dapat diperbantukan sesuai kebutuhan BNPB” ujarnya.

 

Kegiatan pendidikan reguler perwira siswa ini masuk minggu 37 dari 43 minggu pendidikan yang direncanakan dan dihadiri 130 peserta Sekolah Staf Komando Angkatan Laut.

 

 

 

Berita Lainnya :

Pengurangan Nilai Kerugian Ekonomi Masyarakat di D... DENPASAR – Kepala BNPB Willem Rampangilei menandatangani nota kesepahaman kerjasama antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana dengan Menteri Kopera...
Siapkah Anda Menghadapi Bencana? Miliki Buku Saku ... JAKARTA - Tahun 2018 dapat dikatakan sebagai tahun bencana. Meski jumlah kejadian bencana relatif sama dengan tahun sebelumnya, namun dampak bencana s...
Sosialisasi Peraturan Bantuan Hibah Pendanaan Reha... JAKARTA – Untuk mempercepat pemulihan pasca bencana, BNPB menyelenggarakan Sosialisasi Peraturan Bantuan Hibah Pendanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi...
42 Sekolah Sungai untuk Pengurangan Risiko Bencana YOGYAKARTA - Kecenderungan naiknya intensitas kejadian bencana hidrometeorologis dari tahun 2002 – 2015 yang semakin meningkat seiring dengan perubaha...
TNI AL Dapat Berperan dalam Pra Bencana