YOGYAKARTA – Program teknik sipil sangat strategis. Presiden Joko Widodo sangat serius dalam pembangunan infrastruktur dasar pembangunan. Jika terpilih kembali dalam Presiden 2019 yang akan datang, insinyur teknik sipil sudah pasti sangat dibutuhkan untuk mengejar pembangunan infrastruktur Indonesia yang sudah jauh tertinggal dari negara lain. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Dr.Sutopo Purwo Nugroho,M.Si,APU dalam paparannya pada launching program doktor teknik sipil di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta (23/5).

“Tingginya jumlah korban bencana gempabumi, bukan karena gempanya tetapi bangunannya. Indonesia masih butuh banyak insinyur. Peluang yang tinggi saat terjadinya gempabumi, banyak bangunan yang perlu dibangun kembali sehingga insinyur sangat dibutuhkan Indonesia” kata Sutopo. Kendalanya adalah pembangunan tahan gempa biayanya lebih mahal dari pembangunan rumah biasa dan itu menjadi tantangan UII untuk mewujudkan risetnya yang dilakukan bukan sekedar prototipe tetap dapat diaplikasikan di masyarakat, teknik sipil tidak hanya memikirkan Infrastruktur, tetapi harus memikirkan sosialstrukturnya juga. Sutopo pada kesempatan tersebut juga mendorong mahasiswa untuk melakukan disertasi penelitian tentang rumah tahan gempabumi. “Silahkan bagi mahasiswa yang tertarik. BNPB siap membantu dana risetnya serta untuk masukan bagi kami melakukan kebijakan” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut Professor Ir. Widodo., CES., DEA selaku Ketua Program Doktor Teknik Sipil FTSP UII mengatakan belum semua masyarakat sadar potensi bencana dan perlu edukasi bencana untuk Masyarakat. “Jumlah Doktor di Indonesia masih sedikit, 143 per 1 juta penduduk Indonesia, tergolong masih kecil dibandingkan negara lain. negara tetangga seperti Malaysia 509 per 1 juta penduduknya dan negara maju seperti Amerika Serikat 9.850 per 1 juta penduduknya” ucap Widodo.

PDTS FTSP UII dibuka secara resmi berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi(Kemenristekdikti) Republik Indonesia Nomor: 126/KPT/I/2017 – Tanggal 7 Februari 2017. Dengan adanya launching ini maka diagendakan mulai September tahun ini kuliah perdana dapat dimulai. Profil lulusan PDTS FTSP UII diharapkan akan mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam penurunan resiko dan dampak bencana pada infrastruktur dan atau sistem ketekniksipilan yang unggul, inovatif, integrative, inter dan multidisipliner untuk mendukung penyelesaian masalah global mendatang.

Berita Lainnya :

Diklat Manajemen Logistik dan Peralatan Penanggula... Kuta Bali (19/2) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana (Pusdiklat PB-BNPB) didukung oleh perkumpulan Lingkar melalui program Technica...
BNPB Ajak Semua Pihak Upayakan PRB Secara Massif SORONG – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengajak semua pihak untuk mengupayakan pengurangan risiko bencana (PR...
Sudah 1.087 Bencana Selama 2017, Diprediksi Akan T... JAKARTA - Bencana hidrometeorologi yaitu bencana yang dipengaruhi olef faktor cuaca seperti banjir, longsor, puting beliung terus meningkat. Selama ku...
BPBA Bentuk Tim Sekretariat Percepatan Rehabilitas... Aceh – Badan Penanggulangan Bencana Aceh membentuk Tim Sekretariat Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi paska gempabumi Pidie, Pidie Jaya dan Bire...
Menyiapkan Peneliti Inovatif bidang Teknik Sipil dan Manajemen Risiko Bencana