JAKARTA – Tindaklanjut dari Memorandum of Cooperation (MoC) antara BNPB dengan Kementerian Luar Negeri Perdagangan Selandia Baru (MFAT) untuk penanggulangan bencana, hari ini digelar Working Meeting Kerangka Nasional Penanganan Darurat Bencana / Indonesia National Disaster Response Framework (NDRF) di Graha BNPB. Melalui working meeting ini diharapkan mendapatkan masukan berharga untuk pedoman bagi suatu negara dan mekanisme dalam penanganan darurat bencana serta dapat memperjelas peran maupun tanggungjawab institusi dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam penanganan darurat bencana.

Ir. Dody Ruswandi, Sekretaris Utama BNPB dalam sambutannya menyampaikan bahwa NDRF ini merupakan inisiatif dari BNPB dan Kementerian Luar Negeri atas MoC yang telah disepakati dengan MFAT. Dengan merancang sisitem penanganan darurat bencana yang lebih formal, maka peran komando, koordinasi serta sinergi antar lembaga didalam maupun luar negeri dapat mengefektifkan pelaksanaan penanganan darurat bencana. Mehaka Rountree yang merupakan Principle Development MFAT New Zealand pada kesempatannya, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan penuh dari BNPB untuk agenda penting ini. Pertemuan pada hari ini menunjukkan sebuah kolaborasi yang kuat antara pemerintah Indonesia dengan New Zealand. Pengalaman dan keahlian yang dimiliki Indonesia diharapkan dapat memberikan masukan dari penyusunan Kerangka Nasional Penanganan Darurat Bencana.

Working Meeting yang dihadiri oleh berbagai unsur stakeholder penanggulangan bencana berasal dari lingkup BNPB, Kemenko PMK, Kementerian PU & PR, Kesehatan, Pertanian , Basarnas, TNI dan Polri, BMKG, Bapennas, PMI, MDMC, Orari, Pramuka dan lainnya semoga dapat memperjelas kondisi faktual yang terjadi dilapangan seperti kesediaan penerimaan bantuan internasional, kerjasama sipil dan militer, peran ICS dan Satgas Pemulihan Dini. Tata kelola penyusunan NDRF ini di Ketuai oleh Kemko PMK dan Tim Pengarah BNPB sebagai Activity Steering Group dan juga BNPB sebagai Activity Working Group.

Berita Lainnya :

Pelatihan Pemanfaatan Aplikasi Multi Hazard Early ... JAKARTA – Dampak bencana hidrometereologi, banjir, longsor, banjir bandang, cuaca ekstrim dan kekeringan, memiliki dampak yang sangat signifikan bagi ...
42 Sekolah Sungai untuk Pengurangan Risiko Bencana YOGYAKARTA - Kecenderungan naiknya intensitas kejadian bencana hidrometeorologis dari tahun 2002 – 2015 yang semakin meningkat seiring dengan perubaha...
Sistem Peringatan Dini Longsor Berbasis Masyarakat... SIDNEY, AUSTRALIA – Organisasi Standar Internasional atau International Organization for Standardization (ISO) secara resmi menetapkan sistem peringat...
Pemanfaatan Data Terpilah pada Penanggulangan Benc... Untuk mendukung pengarusutamaan gender di bidang penanggulangan bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menetapkan Peraturan Kepal...
BNPB Gelar Working Meeting Kerangka Nasional Penanganan Darurat Bencana