NGANTANG – Humas BNPB melakukan edukasi bencana untuk masyarakat Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dihadiri 1.000 orang yang memadati lapangan Pandansari (13/10). Gelar pertunjukkan wayang kulit Bale si Gala-Gala dengan dalang Ki Rudi Gareng ini merupakan pertunjukkan yang bukan hanya sebagai ajang hiburan rakyat tetapi juga sebagai media edukasi bencana.

Menyampaikan pesan Kesiapsiagaan bencana melalui kearifan lokal wayang kulit dihadiri beberapa pejabat daerah. Bupati Kabupaten Malang Rendra Krisna, sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Bupati bidang Kesejahteraan dan Kemakmuran Rakyat Abdul Kadir. Dalam pidatonya pemerintah kabupaten mengucapkan terima kasih kepada BNPB terkait meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat Kabupaten Malang yang dikemas dalam kegiatan tradisional. “Kegiatan ini diharapkan dapat disikapi dengan bijaksana, termasuk wilayah Ngantang yang masuk dalam wilayah rentan bencana alam” ucapnya. Wilayah yang diapit 4 gunungap ini, harus memperkuat perencanaan dan antisipasi tentang penanggulangan bencana. “Semua komponen harus siap dengan bencana yang mengancam setiap waktu” tambahnya.

Kerjasama yang baik oleh BNPB dan perangkat daerah mengemas budaya sadar bencana dalam kesenian tradisional seperti Wayang, guna mewujudkan masyarakat Malang yang tangguh madep,mantep dan manetep. Pada sela-sela acara juga disampaikan pemberian santunan untuk 15 anak yatim untuk penduduk sekitar.

Sambutan Kapusdatinmas yang dibacakan Kepala bidang Humas BNPB, Rita Rosita S menyampaikan membangun ketangguhan bangsa dalam bencana disimbolkan segitiga biru yang menandakan sinergitas pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Acara ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat Ngantang serta menjadi budaya sadar bencana agar siap untuk selamat. “Kesenian wayang ini bukan hanya sebagai pertunjukkan tetapi juga menjadi ajang media edukasi bencana yang sekaligus menghibur” ucapnya.

Sebelumnya pada siang harinya, Humas BNPB juga menyelenggarakan edukasi bencana untuk siswa/siswi SD Pandansari 3, Ngantang. Edukasi yang diikuti 216 siswa/siswi ini diisi berbagai materi edukasi bencana melalui film, dongeng bencana, kuis dan simulasi bencana gempabumi.

Kedua kegiatan ini adalah rangkaian dari membangun #BudayaSadarBencana masyarakat Indonesia agar Kita #SiapUntukSelamat. Dipilihnya anak SD sebagai agen perubahan dan pengganda informasi untuk keluarganya, teman bermainnya dan lingkungan di tempat tinggalnya sebagai generasi millennial penerus bangsa. (acu).

Humas BNPB

 

Berita Lainnya :

Program Kemitraan Australia untuk PRB Indonesia JAKARTA - Kepala BNPB Willem Rampangilei menerima kunjungan dari Tim Desain Kedutaan Besar Australia. Pertemuan ini membahas tentang Konsultasi Desain...
Lima Tantangan Penanggulangan Bencana Kini SORONG – Kecenderungan kejadian bencana meningkat setiap tahun. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan kejadian bencana 2016 me...
Pengarustamaan Gender Dalam penanggulangan Bencana Apakah gender itu? Dan mengapa diarusutamakan di bidang penanggulangan bencana? Bagaimana isu tersebut diimplementasikan saat penanggulangan bencana?S...
Baru 2 Bulan, Sudah 513 Kejadian Bencana Selama Ta... Jumlah kejadian bencana terus bertambah selama tahun 2018. Selama Januari 2018 hingga Februari 2018 telah terjadi 513 kejadian bencana di tanah air. D...
Membangun Budaya Sadar Bencana Masyarakat Agar Siap Untuk Selamat