Pusdiklat Penanggulangan Bencana – Badan Nasional Penanggulangan Bencana menerima Kunjungan dari Pejabat National Emergency Management Agency (NEMA) dari Republik Nigeria. Para delegasi tiba di Kawasan Komplek Ina-DRTG (Indonesia Disaster Relief Training Ground) di Jl. Anyer, Desa Tangkil, PMPP (Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian), Sentul, Jawa Barat pada pukul 09.00 WIB.

Para Delegasi tersebut langsung disambut oleh Kepala Pusdiklat PB BNPB, dr. Bagus Tjahjono, MPH beserta Pejabat Pusdiklat yang baru dilantik, Bpk. Dr. Agus Wibowo, MSC, Kepala Bidang Program dan Evaluasi Bpk. Ir. Afrial Rosya, MA dan Kepala Bidang Kurikulum dan Penyelenggaraan Bpk Drs. Hermana.

Adapun kunjungan tersebut ialah dalam rangka Study Tour Para Pejabat Federal Republic of Nigeria ke Indonesia, secara khusus ke Indonesia Disaster Relief Training Ground, Sentul. Rombongan Delegasi didampingi oleh The Second Secretary/Head of Chancery dari Kedutaan Nigeria, Ms. Adefolawe M. Fashawe.

Adapun Para Delegasi tersebut ialah:

1.Mr. Alhassan Nuhu – Director, Disaster Risk Reduction

2.Mr. Vincent Owan –  Ag Director, Planning Research and Forecasting

  1. Mr. Martin Ejike – Assistant Director Training
  2. Mr. Manfred Anusim – Chief Disaster Risk Reduction Officer
  3. Mr. Ajayi Oluwa Tope –  Principal Relief and Rehabilitation Officer
  4. Mr. Labaran Ahman – Principal Operations Officer

Mereka menerima presentasi dari Pejabat Kepala Pusdiklat PB BNPB, dan meninjau Fasilitas Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana, secara langsung meninjau pelatihan yang sedang berlangsung yaitu Pelatihan ADMS (Advanced Disaster Management Simulation), Fasilitas Kantor Pusdiklat PB BNPB, dan Gudang Logistik. Secara Khusus mereka menyampaikan bahwa kunjungan study tour ini amat bermakna bagi mereka dan mereka mendalami dan sangat mengapresiasi Mengingat mereka tidak memiliki pusat pendidikan dan pelatihan Penanggulangan bencana di Nigeria. Di pertengahan sesi, bapak kepala BNPB, Willem Rampangilei hadir dan menyambut mereka serta memberikan beberapa pengarahan. (Rs)

 

Berita Lainnya :

Pengarustamaan Gender Dalam penanggulangan Bencana Apakah gender itu? Dan mengapa diarusutamakan di bidang penanggulangan bencana? Bagaimana isu tersebut diimplementasikan saat penanggulangan bencana?S...
Loka Latih Kelompok Kerja Gender- BNPB tentang Pen... JAKARTA – Isu gender bukanlah hal baru untuk diperbincangkan dalam konteks pembangunan sumber daya manusia. Dalam penanggulangan bencana isu gender me...
Pelatihan Pemanfaatan Aplikasi Multi Hazard Early ... JAKARTA – Dampak bencana hidrometereologi, banjir, longsor, banjir bandang, cuaca ekstrim dan kekeringan, memiliki dampak yang sangat signifikan bagi ...
Kapasitas dan Kesiapsiagaan Nasional Kunci Menuju ... JAKARTA - Lebih 148,4 juta jiwa penduduk Indonesia atau 62,4% dari total penduduk Indonesia terpapar bahaya gempa bumi dan tsunami. Pengurangan risiko...
Kunjungan Delegasi National Emergency Management Agency Republik Nigeria