Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Masyarakat kita ternyata masih begitu asing mendengar istilah Vertical Rescue. banyak yang bertanya-tanya seperti apa Vertical Rescue itu, apa yang di rescue, apa bedanya dengan SAR, apa hubungannya dengan Panjat Tebing dan lain-lain. Pertanyaan-pertanyaan ini selalu muncul saat Tim Vertical Rescue dari Indonesia Climbing Expedition melakukan sosialisasi-sosialisasi ke masyarakat.
Vertical Rescue sendiri adalah bagian dari operasi SAR yang dilibatkan pada saat Evakuasi (pemindahan korban) pada Medan Khusu vertical/terjal baik basah maupun kering. Jadi dapat disimpulkan bahwa Vertical Rescue adalah Teknik Evakuasi (memindahkan ke lokasi yang lebih aman) obyek (baik barang maupun manusi/korban) dari titik rendah ke titik yang lebih tinggi atau sebaliknya, pada medan yang curam/vertical baik kering maupun basah Tidak diketahui secara pasti, bagaimana sejrah lahirnya Vertical Rescue, mengingat hal ini timbul dan terbentuk dari komunitas pelaku aktivitas Panjat Tebing dan para penelusur gua.

 

APLIKASI
Aplikasi Vertical Rescue selain digunakan dalam Rock Climbing dan Caving, juga digunakan oleh para pekerja tambang, pekerja ketinggian, pemadam kebakaran dan pastinya digunakan oleh kalangan Militer untuk kebutuhan-kebutuhan taktis

Pada intinya, materi yang dipelajari dalam Vertical Rescue meliputi 2 hl utama yaitu : Teknik Penjangkauan Obyek/korban dan Teknik Evakuasi obyek/korban.

 

TEKNIK PENJANGKAUAN KORBAN
Ada 3 teknik yang dilakukan dalam Vertical Rescue untuk menjangkau Obyek atau korban yaitu :

 

LEADING (Perintisan)
Adalah teknik penjangkauan korban/obyek yang dilakukan dengan cara pemajatan perintisan dari titik di bawah posisi obyek/korban berada. Teknik ini dilakukan oleh Pemanjat Perintis (Leader) dengan memasang pengaman pada titik-titik tertentu.

 

TRAVERSING (Perintisan Menyamping)
Dalam teknik ini, penjangkauan terhadap obyek atau korban dilakukan dengan cara menyamping, di mana tim evakuasi berada dalam titik sejajar dengan posisi obyek atau korban berada. Teknik ini dilakukan oleh pemanjat perintis dengan memasang pengaman pada titik tertentu.

 

ABSEILING (Rapelling/Descending)
Teknik ini digunakan jika posisi obyek/korban berada dibawah posisi tim evakuasi, misalnya jika obyek/korban berada di dalam jurang, lubang dll. Tim Evakuasi akan menjangkaunya dengan cara descending atau ada yang menyebutnya dengan rapelling.

 

TEKNIK EVAKUASI DALAM VERTICAL RESCUE
dari ke 3 cara/teknik pejangkauan korban tersebut, barulah dilakukan Evakuasi atau proses pemindahan Obyek/Korban ke tempat yang lebih aman. Ada 3 teknik Evakuasi yang dilakukan dalam Vertical Rescue yaitu :


HAULING
Hauling adalah teknik Vertical Rescue Evacuation yang dilakukan dengan cara memindahkan Obyek atau korban dari posisinya ke titik atau tempat yang lebih tinggi. Proses pemindahan ini dilakukan dengan menggunakan System (dikenal dengan nama HAULING SYSTEM) sebagai upaya untuk mengurangi berat obyek/korban saat dilakukan penarikkan ke atas. Sistem yang biasa digunakan adalah A System, Z System dan M System. Obyek/korban dapat dinaikkan dengan atau tanpa menggunakan Stretcher (tandu),

 

LOWERING
Lowering adalah kebalikan dari Hauling. Teknik ini dilakukan dengan cara menurunkan Obyek/Korban ke titik/tempat yang lebih rendah di bawahnya. sama seperti Hauling, dalam teknik Lowering Obyek/korban dapat diturunkan dengan atau tanpa menggunakan Stretcher (tandu).

 

SUSPENSION
Suspension adalah teknik pemindahan Obyek/Korban dengan cara diseberangkan baik ke titik/tempat yang lebih tinggi, sejajar, maupun lebih rendah dari posisi obyek/korban berada. Teknik ini merupakan alternatif terakhir mengingat penggunaan teknik ini akan memakan waktu cukup lama dan peralatan yang digunakan juga relatif lebih kompleks.

 

Demikian gambaran secara garis besar dalam Vertical Rescue. Untuk mengetahui lebih jauh lagi seperti apa Vertical Rescue dan sejauh mana materi yang harus dikuasai baik secara teori maupun praktek di lapangan dalam Vertical Rescue.



2017 © Badan Penanggulangan Bencana Daerah